Senin, 26 Oktober 2009

Olahraga merupakan bahasa universal yang sangat popular di masyarakat Indonesia, karena dengan berolahraga maka kita telah mengakomodir sisi kehidupan manusia yang hakiki yaitu bergerak. Dengan berolahraga maka pergerakan tubuh kita akan semakin optimal dan nyaman. Dalam dunia pendidikan olahraga juga menjadi sarana yang sangat penting untuk mengakselerasi kemampuan daya tangkap otak karena bergeraknya tubuh akan meningkatkan kemampuan otak menangkap segala bentuk pembelajaran yang diberikan di sekolah.

Oleh karena itu olahraga dan dunia pendidikan menjadi dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan, saling membutuhkan layaknya simbiosis mutualisme. Penerapan olahraga dalam pendidikan menjadi perbincangan para ilmuwan olahraga, karena pada fase inilah beberapa cabang olahraga prestasi dapat mulai melakukan pembibitan dan pembinaan calon atlit-atlit terbaiknya. Karena pada fase sekolah dasar tersebut beberapa serat otot masih dapat di mobilisasi secara optimal.
Olahraga prestasi yang menjadi tanggungjawab KONI dan pengurus cabang olahraga di kota Depok memiliki klub-klub yang sebagian besar pesertanya adalah peserta didik di sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya koordinasi yang konstruktif antara KONI dengan Dinas Pendidikan Kota Depok.
Dalam perjalanannya aspek motorik yang sudah di bibit dan di bina oleh beberapa cabang olahraga mendapatkan respon yang beragam dari institusi pendidikan tempat para atlit/siswa belajar, antara lain:
1. Penghargaan dan kompensasi bagi mereka yang berprestasi dalam dunia olahraga
2. Tuntutan akademik yang terlalu tinggi, sehingga sulitnya atlit/siswa untuk berlatih
3. Sulitnya para atlit/siswa untuk mendapatkan dispensasi untuk mengikuti kompetisi
4. Belum adanya kerjasama yang sinergis antara institusi pendidikan dan olahraga dalam meningkatkan potensi atlit yang potensial
5. Pandangan yang parsial, bahwa olahraga hanya sebagai hoby bukan profesi.
Kalau kita melihat perkembangan olahraga di belahan Negara lain, betapa olahraga menjadi ajang kapitalisasi yang sangat signifikan, sebagai contoh ajang sepakbola, basket, tennis dan cabang olahraga lainnya, telah menjadi profesi yang sangat diminati. Saat ini di dunia olahraga Indonesia juga sudah mulai menghargai atlit-atlit berprestasi dengan maraknya jual beli atlit untuk event-event daerah maupun nasional.
Untuk itu sebagai potensi yang juga signifikan bagi kemajuan olahraga berprestasi di Indonesia dan khususnya Kota Depok, maka antara KONI Kota Depok dengan Dinas Pendidikan Kota Depok harus menyatukan persepsi dan langkah untuk membuat sebuah rumusan, antara lain:
1. Membuat kategori sekolah-sekolah rujukan bagi atlit-atlit yang berprestasi
2. Membuat stratifikasi penghargaan bagi atlit-atlit yang berprestasi
3. Mengatur regulasi dispensasi bagi atlit yang akan bertanding
4. Membuat region-region olahraga unggulan diseluruh sekolah di kota depok
5. Pemassalan olahraga unggulan diseluruh sekolah
6. Membuat kompetisi tingkat sekolah dengan bekerjasama dengan pengcab olahraga
7. Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga unggulan di sekolah
8. Membuat berbagai penataran pelatih dan wasit
9. Membuat komunitas pelatih dan wasit olahraga
Komitmen kita untuk membangun manusia seutuhnya yang berkualitas dan berdaya juang hanya bisa dicapai dengan kita mengoptimalkan seluruh potensi peserta didik dengan berbagai macam kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan mereka. Sehingga tidak ada lagi predikat “anak bodoh” dalam dunia pendidikan yang ada hanya belum tersalurkannya potensi yang mereka miliki.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India