Jumat, 08 Juni 2012

use case

REKAYASA SISTEM Rekayasa Sistem Suatu Perangkat Lunak menjadi kebutuhan manusia dengan berbagai bagian disiplin ilmu yang dibidangi setiap tenaga profesionalnya, menjadi bagian penting yang melatarbelakangi tumbuhnya perkembangan perangkat lunak dengan berbagai krisis perangkat lunak menurut berbagai sisi pandang konsmen, manajer dan pengembang/praktisi. Rekayasa Perangkat Lunak berasal dari 2 kata Rekayasa dan Perangkat Lunak. Rekayasa Perangkat Lunak merupakan perihal kegiatan yang kreatif dan sistematis berdasar suatu disiplin ilmu yang membangun suatu perangkat lunak berdasar suatu aspek masalah tertentu. Dalam Rekayasa Perangkat Lunak dilakukan Proses Perangkat Lunak dengan menggunakan model Proses yang merupakan Daur Hidup Rekayasa Perangkat Lunak. Model Proses ini terdiri dari beberapa karakteristik pendekatan proses. Dalam Proses pembangunan Perangkat Lunak perlu diketahui Biaya yang dikeluarkan. 1. Perencanaan Strategi Informasi Perencanaan Strategi Informasi merupakan langkah pertama dalam aktivitas rekayasa informasi. Tujuan dari aktivitas ini adalah 1. Menentukan sasaran dan tujuan dari bisnis. Sasaran yang dimaksud disini merupakan sebuah pernyataan umum dari arah yang ingin dicapai. Sebagai contoh sasaran bisnis untuk perusahaan perakitan mobil adalah mengurangi biaya pembuatan produk. Sedangkan Tujuan bisnis disini merupakan bentuk kegiatan kuantitatif dari sasaran. Sebagai contoh untuk mencapai sasaran supaya perusahaan perakitan mobil dapat mengurangi biaya pembuatan produk, perusahaan mempunyai tujuan sebagai berikut: · mengotomatisasi pemasangan komponen yang dilakukan secara · manual. · mengimplementasikan sistem kontrol produksi secara real-time. · mendapatkan konsensi harga 10% dari pemasok, · dan lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa sasaran lebih cenderung ke strategi sedangakan tujuan bersifat taktis. 2. Mengisolasi faktor-faktor sukses dan kritis yang memungkinkan tujuan dan sasaran dari bisnis tercapai. Faktor sukses dan kritis ini harus ada, jika sasaran dan tujuan bisnis akan dicapai, sehingga perencanaan managemen harus mengakomodasinya. Beberapa faktor sukses kritis untuk sasaran perusahan perakitan mobil seperti pada contoh diatas berupa: · mesin dengan realibilitas yang tinggi. · motivasi dan pelatihan pekerja. · rencana penjualan untuk meyakinkan pemasok menurunkan harga, · dan lainnya. 3. Menganalisa pengaruh teknologi dan otomasi terhadap tujuan dan sasaran dari bisnis. Tujuan analisa pengaruh teknologi adalah menguji sasaran dan tujuan serta memberikan indikasi mengenai teknologi-teknologi yang akan berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap sasaran dan tujuan dari bisnis. Menganalisa informasi yang ada untuk menentukan perannya dalam pencapaian tujuan dan sasaran bisnis. Pemodelan Enterprise Tujuan dari pemodelan enterprise untuk mengetahui pandangan terhadap sebuah bisnis, yaitu · Menentukan struktur dan fungsi organisasional dalam area bisnis yang digambarkan oleh struktur organisasi. · Mendekomposisi fungsi bisnis · Menghubungkan sasaran, tujuan dan faktor sukses kritis dengan organisasi dan fungsinya. Pemodelan enterprise juga akan menciptakan model data tingkat bisnis yang menentukan objek data dan hubungannya dengan elemen model perusahaan lain pemodelan enterprise beserta area bisnis dan fungsi-fungsi bisnisnya. Masing-masing kotak dalam diagram organisasi diatas menunjukkan area bisnis enterprise. Kemudian fungsi-fungsi bisnis dan proses bisnis akan diidentifikasikan, kemudian fungsi bisnis tersebut akan dihubungkan dengan area bisnis yang bertanggung jawab terhadap fungsi tersebut. Fungsi bisnis ini merupakan aktivitas yang dimiliki oleh sebuah area bisnis yang harus diselesaikn untuk mendukung keseluruhan bisnis enterprise. Sedangkan proses bisnis sebuah proses yang menerima input dan mengeluarkan output yang merupakan transformasi dari fungsi bisnis pada area bisnis tertentu. Untuk memahami sebuah fungsi bisnis ditransformasikan ke dalam Proses binis pada fungsi bisnis analisis pasar berupa : · Mengumpulkan semua data penjualan · Menganalisa data penjualan · Mengembangkan profil pembeli · Mempelajari trend pembelian · dan lainnya. Pemodelan Data Tingkat Bisnis Pemodelan data tingkat bisnis menurut schaum adalah sebuah aktivitas pemodelan enterprise yang berfokus pada objek data (entitas) yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan fungsi bisnis dari sebuah enterprise (sub bab 3.2.1.1). Objek data yang akan dimodelkan pada tingkat bisnis pada umumnya merupakan data yang berhubungan dengan informasi konsumen dan produsen, seperti pelanggan, barang, penjualan, data pegawai dan lainnya. Sebagai contoh perekayasa informasi akan menentukan objek data pelanggan sebagai objek yang berperan dalam pemodelan enterprise, untuk menggambarkan objek pelanggan lebih jelas ditentukan atribut-atribut dari objek tersebut yaitu : Objek : Pelanggan Atribut : Nama Nama Perusahaan Pekerjaan Alamat Bisnis Produk yang diminati Pembelian Tanggal kontak terakhir Status kontak 2. Analisa Area Bisnis Analisa area bisnis merupakan tahapan aktifitas rekayasa infromasi dari sisi pandangan domain. Dalam aktivitas ini perekayasa informasi akan menganalisa dan menggambarkan bagaimana objek data digunakan dan ditransformasikan pada masing-masing area bisnis, serta bagaimana fungsi dan proses bisnis pada area bisnis mentransformasikan objek data tersebut. Untuk memodelkan objek data dan transformasinya terhadap area bisnis dapat menggunakan sejumlah model yang berbeda yaitu · Model data · Model aliran proses · Diagram dekomposisi proses · Berbagai matriks lintas referensi Objek data yang telah disaring pada tahap perencanaan strategi informasi akan digunakan pada masing-masing area bisnis. Sebagai contoh pada sub bab 3.2.1.2 objek data pelanggan akan digunakan oleh bagian penjualan. Setelah dilakukan analisis dan evaluasi kebutuhan bagian penjualan (domain penjualan), selanjutnya objek data pelanggan akan disaring kembali disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan oleh penjualan. Objek : Pelanggan Atribut : Nama Nama Perusahaan à Objek : Perusahaan Pekerjaan Alamat Bisnis Produk yang diminati Pembelian Tanggal kontak terakhir à rekaman kontak Status kontak à status kontak terakhir à tanggal kontak selanjutnya à sifat kontak yang disepakati Nama perusahaan merupakan atribut yang dimodifikasi untuk objek data yang lain yaitu Perusahaan. Objek perusahaan ini tidak hanya berisi atribut nama perusahaan saja, namun ada atribut tambahan yang lainnya seperti alamat perusahaan, kebutuhan pembelian, besar perusahaan dan lainnya. Selain itu ada beberapa aribut yang dimodifikasi dan ditambahkan yang berguna untuk domain penjualan seperti rekaman kontak, status kontak terakhir, tanggal kontak selanjutnya dan sifat kontak yang disepakati. Pemodelan Proses Aktivitas yang dilakukan pada area bisnis mencakup serangkaian fungsi yang disaring ke dalam beberapa proses bisnis. Untuk menggambarkan urutan proses bisnis ini dapat dimodelkan dengan menggunakan diagram aliran proses. Sebagai contoh pada sub bab 3.2.1.2 dari fungsi penjualan akan disederhanaakan menjadi beberapa proses bisnis. Fungsi penjualan : · membangun kontak pelanggan · menyediakan informasi dan literatur yang sesuai · Mengarahkan pertanyaan dan perhatian · Memberi evaluasi terhadap produk · Menerima pesanan penjualan · Memeriksa ketersediaan pesanan · Menyiapkan pengiriman pesanan · Mengkonfirmasi informasi pengiriman seperti penetapan harga, tanggal pengiriman pada pelanggan. · Mengirim pesan pengiriman ke bagian pengiriman · Tindak lanjut dengan pelanggan Dari proses bisnis pada fungsi penjualan diatas dapat dimodelkan dengan menggunakan diagram aliran proses seperti pada gambar 3.5. Gambar 3.5 Diagram aliran proses untuk fungsi penjualan Pemodelan Aliran Informasi Model aliran proses pada sub bab 3.2.2.1 diintegrasikan dengan model data akan mengidentifikasikan bagaimana informasi yang mengalir dalam suatu area bisnis. Objek data masukan dan data keluaran akan diperlihatkan pada masing-masing proses yang menunjukkan transformasi informasi. Informasi ini digunakan untuk menyelesaikan fungsi bisnis. Gambar 3.6 menggambarkan pemodelan aliran informasi dari diagram aliran proses pada fungsi penjualan. Setelah aliran proses dan informasi dimodelkan, maka perekayasa informasi akan menguji apakah proses yang ada akan direkayasa ulang dan apakah sistem informasi atau aplikasi yang ada akan dimodifikasi atau diganti dengan teknologi informasi atau aplikasi yang lebih efisien. Model proses yang telah direvisi akan menjadi dasar untuk spesifikasi perangkat lunak yang baru atau yang telah direvisi untuk mendukung fungsi bisnis. 3. Rekayasa Produk Rekayasa produk disebut juga dengan rekayasa sietem yang merupakan aktivitas pemecahan masalah. Data, fungsi, dan perilaku produk yang diinginkan dicari, dianalisis, dibuat model kebutuhannya, kemudian dialokasikan ke komponen rekayasa. Selanjutnya komponen-komponen ini disatukan dengan infrastruktur pendukungnya sampai produk tersebut jadi. Komponen rekayasa disini seperti perangkat lunak, perangkat keras, data (basisdata) dan manusia. Sedangkan infrastruktur pendukung berupa teknologi yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen dan informasi. Sebagian besar produk dan sistem yang baru masih samar akan fungsi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, perekayasa sistem harus membatasi kebutuhan produk dengan mengidentifikasi ruang lingkup fungsi dan kinerja yang diinginkan dari sistem atau produk tersebut. Dalam rekayasa produk ada beberapa aktivitas yang akan dilakukan untuk mengetahui data, fungsi dan perilaku produk yang diinginkan sebelum pengembangan produk dilakukan diantaranya adalah: Analisa Sistem Tujuan dilakukan analisa sistem adalah Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan. Mengevaluasi kelayakan sistem. Melakukan analisis teknis dan ekonomis, Mengalokasikan fungsi-fungsi untuk perangkat lunak, perangkat keras, basisdata, manusia, dan elemen sistem yang lain. Membuat batasan biaya dan jadwal. Menentukan definisi sistem yang menjadi dasar kerja bagi komponen sistem baik perangkat lunak, perangkat keras, basisdata dan manusia. Identifikasi Kebutuhan Langkah pertama dari aktivitas analisa sistem adalah analisa kebutuhan dengan mengidentifikasi kebutuhan dari pelanggan. Mengidentifikasikan kebutuhan ini dilakukan dengan melakukan pertemuan antara seorang analis dengan pelanggan. Seperti halnya rekayasa informasi, tujuan dari pertemuan ini untuk memahami sasaran produk dan menentukan tujuan dibangunnya sebuah produk supaya sasaran tersebut tercapai. Setelah tujuan ditentukan, analis akan melanjutkan aktivitas evaluasi informasi. Berikuta ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi informasi dari sistem atau produk yang akan dibangun. · Adakah teknologi untuk membangun sistem? · Batasan apa saja yang akan dialokasikan terhadap jadwal dan biaya? · Pengembangan dan sumber daya apa saja yang dibutuhkan? Jika sistem atau produk yang akan dibangun berupa produk yang akan dijual ke pelanggan, ada beberpa pertanyaan yang bisa diajukan yaitu · Bagaimana produk tersebut dapat bersaing dengan produk yang telah ada? · Pasar apa saja yang potensial bagi produk yang akan dibangun? Setelah semua informasi dikumpulkan pada aktivitas identifikasi kebutuhan. Informasi tersebut akan dispesifikasikan dalam sebuah dokumen konsep sistem. Studi Kelayakan Pengembangan sistem atau produk berbasis komputer lebih banyak terganggu dengan kurangnya sumber daya dan waktu penyelesaian dan penyampaian produk. Oleh karena itu, perlu dilakukan lebih awal evaluasi terhadap kelayakan sebuah proyek pengembangan sistem atau produk tersebut. Berikut ada empat studi kelayakan yang dapat dievaluasi. 1. Kelayakan Ekonomis Studi mengenai evaluasi biaya pengembangan dengan keuntungan yang diperoleh dari sistem atau produk yang dikembangkan. 2. KelayakanTeknis Studi mengenai fungsi, sasaran dan kinerja yang perlu dipertimbangkan yang dapat mempengaruhi kemampuan sistem yang akan dikembangkan. Pertimbangan yang dihubungkan dengan kelayakan teknis meiputi · Resiko pengembangan · Keberadaaan sumber daya · Teknologi 3. Kelayakan Legal Studi mengenai pertimbangan yang perlu dilakukan mengenai kontrak, pelanggaran atau liabilitas yang akan dihasilkan dari sistem yang akan dikembangkan. 4. Alternatif Studi mengenai evaluasi pendekatan alternatif pada pengembangan sistem atau produk. Hasil dari studi kelayakan akan menentukan proyek dilanjutkan atau dihentikan. Hasil studi kelayakan akan didokumentasikan terpisah dan dilampirkan pada dokumen spesifikasi sistem. I. Pendahuluan A. Pernyataan Masalah B. Lingkungan Implementasi C. Larangan-larangan II. Ringkasan dan Rekomendasi Manajemen A. Penemuan-penemuan penting B. Komentar C. Rekomendasi D. Pengaruh III. Alternatif-Alternatif A. Konfigurasi Sistem Alternatif B. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan pendekatan akhir IV. Deskripsi Sistem A. Ruang Lingkup Sistem B. Kelayakan Elemen Sistem V. Analisa Biaya dan keuntungan VI. Evaluasi Resiko teknis VII. Percabangan Legal VIII. Topik-topik Proyek Khusus Lainnya 4. Pemodelan Arsitektur Sistem Setiap sistem berbasis komputer dapat dimodelkan sebagai sebuah pemindahan informasi dengan menggunakan arsitektur input-pemrosesan-output. Hartley dan Pirbai [2] memperluas arsitektur ini dengan menambahkan 2 fitur tambahan yaitu pemrosesan antarmuka pemakai dan pemrosesan self-test. Meskipun dua fitur tambahan ini tidak selalu dipakai tetapi fitur tambahan ini umum dipakai pada pemodelan sistem berbasis komputer yang membuat model sistem menjadi lebih baik. Model sistem ini menjadi dasar bagi analisis kebutuhan dan langkah desain selanjutnya. Untuk memodelkan sistem maka digunakan model template arsitektur[2] yang mengalokasikan elemen sistem menjadi 5 bagian pemrosesan yaitu 1. antarmuka pemakai, 2.input, 3. fungsi dan kontrol sistem, 4.output dan 5. pemeliharaan dan self-test seperti yang terlihat pada gambar 3.8 Gambar 3.8 Template arsitektur Seperti halnya pemodelan pada rekayasa sistem dan perangkat lunak, template arsitektur memungkinkan analis membuat herarki sistem secara detail. Diagram konteks arsitektur menggambar sistem pada level paling atas. Diagram konteks ini membangun batas informasi diantara sistem yang akan diimplementasikan dengan lingkungan dimana sistem akan dioperasikan [2]. Sebagai contoh pada gambar 3.9 diagram konteks arsitektur untuk sistem pengurutan pembawa barang pada bidang manufaktur. Gambar 3.9 Diagram konteks arsitektur untuk sistem pengurutan barang pada barang manufaktur Dari diagram konteks diatas dapat saring kembali menjadi subsistem- subsistem atau modul-modul sistem dengan aliran informasi yang penting antar modul tersebut dengan menggunakan model diagram aliran arsitektur (architecture flow diagram). Diagram aliran arsitektur ini masih membagi pemrosesan sub sistem ke dalam lima elemen pemrosesn seperti diagram konteks arsitektur. Pada tingkat ini, masing-masing dari subsistem dapat berisi satu elemen sistem atau lebih (perangkat keras, perangkat lunak, manusia). Gambar 3.10 Diagram aliran arsitektur untuk sistem pengurutan barang pada gambar 3.9. Gambar 3.10 Diagram aliran arsitektur untuk sistem pengurutan barang pada barang manufaktur Diagram aliran arsitektur yang awal menjadi puncak dari hirarki diagram aliran arsitektur. Masing-masing bujursangkar pada diagram aliran arsitektur dapat diperluas atau didetailkan lagi ke dalam template arsitektur yang lain. Proses ini dapat digambarkan seperti pada gambar 3.11. Deskripsi naratif dari masing-masing subsistem dan definisi semua data yang mengalir pada diagram aliran arsitektur menjadi elemen penting dalam membuat spesifikasi sistem Gambar 3.11 Hirarki Diagram Aliran Arsitektur 5.Pemodelan Sistem dan Simulasi Apakah sistem itu? Kumpulan elemen yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang diharapkan Karakteristik atau ciri-ciri sistem · Sistem terdiri dari berbagai elemen yang membentuk satu kesatuan · Adanya interaksi, saling ketergantungan dan kerjasama antar elemen · Sebuah sistem ada untuk mencapai tujuan tertentu · Memiliki mekanisme / transformasi · Memiliki lingkungan yang mengakibatkan dinamika sistem Mengapa melakukan simulasi? · Flight simulator: untuk meminimasikan resiko kerugian yang besar dan kesalahan fatal dalam kehidupan nyata · Manufacturing and service systems: untuk mengurangi resiko inefficiency atau kegagalan untuk mencapai kinerja minimum yang ditetapkan · Menyediakan metoda analisis: meramalkan kinerja sistem, bahkan untuk sistem yang paling rumit · Mendukung pengambilan keputusan: manajer dapat memperkirakan hasil dengan lebih akurat · Terhindar dari resiko · Menggunakan cara try-it-and-see it · Menganjurkan pemikiran ‘outside the box” · Menghilangkan faktor emosi dari proses pengambilan keputusan dengan menyediakan bukti obyektif Karakteristik simulasi Karakteristik simulasi sebagai alat perencanaan dan pengambilan keputusan yang tangguh: · Mencakup saling ketergantungan sistem (systeminterdependencies) · Memperhitungkan variabilitas sistem · Sanggup membuat model untuk sistem apapun · Memperlihatkan perilaku sistem setiap saat · Lebih murah, tidak menghabiskan waktu dan tidak mengganggu sistem nyata · Menarik perhatian (secara visual) · Menyediakan hasil yang mudah dimengerti dan dikomunikasikan · Mencakup waktu yang nyata, dimampatkan, atau bahkan waktu yang tertunda · Memberikan rancangan yang rinci Melakukan simulasi · Dilakukan sebagai bagian dari proses rancangan sistem atau pengembangan sistem · Alat percobaan menggunakan sebuah model komputer dari sebuah sistem baru/yang ada · Melakukan simulasi = sebuah proses dari perancangan model dari sistem nyata dan mengadakan eksperimen dengan model ini Sejarah · Digunakan dalam aplikasi komersial (1960s) · Pemrograman FORTRAN · Komputer Mainframe Penggunaan simulasi saat ini Alat pengambilan keputusan dalam industri manufaktur dan jasa · Saat sebuah pabrik sedang direncanakan · Sebuah perubahan proses tengah dievaluasi Kualifikasi untuk melakukan simulasi Aturan 80 - 20 · Simulasi mengikuti aturan 80-20 · 80 persen dari manfaatnya dapat diamati dengan memahami 20 persen pengetahuan yang terkandung di dalamnya Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan o Manajemen proyek o Komunikasi o System engineering o Analisis statistik dan perancangan eksperimen o Konsep dan prinsip permodelan o Ketrampilan komputer dan pemrograman dasar o Pelatihan pada satu atau lebih produk simulasi o Keakraban dengan sistem yang tengah diteliti 6.Spesifikasi Sistem Spesifikasi sistem merupakan dokumen yang berfungsi menggambarkan fungsi dan kinerja sistem berbasis komputer yang akan dikembangkan, membatasi elemen-elemen sistem yang telah dialokasikan, serta memberikan indikasi mengenai perangkat lunak dan konteks sistem keseluruhan dan informasi data dan kontrol yang dimasukkan dan dikeluarkan oleh sistem yang telah digambarkan dalam diagram aliran arsitektur. Berikut salah satu format dokumen dari spesifikasi sistem yang bisa anda gunakan.

Senin, 26 Oktober 2009

Pendidikan Jasmani


1..Pengertian

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak

Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional2. Tujuan Pendidikan Jasmani

1.Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih

2.Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik

3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar

4.Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

5.Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis

6.Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan

7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

3.Ruang Lingkup Pendidikan Jasmani

1.Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya

2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya

3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya

4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya

5.Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya

6.Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung

7.Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

4. Gerak sebagai kebutuhan anak

Dunia anak-anak adalah dunia yang segar, baru, dan senantiasa indah, dipenuhi keajaiban dan keriangan. Demikian Rachel Carson dalam sebuah ungkapannya. Namun demikian, menurut Carson, adalah kemalangan bagi kebanyakan kita bahwa dunia yang cemerlang itu terenggut muram dan bahkan hilang sebelum kita dewasa.

Dunia anak-anak memang menakjubkan, mengandung aneka ragam pengalaman yang mencengangkan, dilengkapi berbagai kesempatan untuk memperoleh pembinaan . Bila guru masuk ke dalam dunia itu, ia dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan pengetahuannya, mengasah kepekaan rasa hatinya serta memperkaya keterampilannya.

Bermain adalah dunia anak. Sambil bermain mereka belajar. Dalam hal belajar, anak-anak adalah ahlinya. Segala macam dipelajarinya, dari menggerakkan anggota tubuhnya hingga mengenali berbagai benda di lingkungan sekitarn

5.Perbedaan Makna Pendidikan Jasmani Dan Pendidikan Olahraga

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh guru-guru penjas belakangan ini adalah : “Apakah pendidikan jasmani?” Pertanyaan yang cukup aneh ini justru dikemukakan oleh yang paling berhak menjawab pertanyaan tersebut.

Hal tersebut mungkin terjadi karena pada waktu sebelumnya guru itu merasa dirinya bukan sebagai guru penjas, melainkan guru pendidikan olahraga. Perubahan pandangan itu terjadi menyusul perubahan nama mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, dari mata pelajaran pendidikan olahraga dan kesehatan (orkes) dalam kurikulum 1984, menjadi pelajaran “pendidikan jasmani dan kesehatan” (penjaskes) dalam kurikulum1994.

Perubahan nama tersebut tidak dilengkapi dengan sumber belajar yang menjelaskan makna dan tujuan kedua istilah tersebut. Akibatnya sebagian besar guru menganggap bahwa perubahan nama itu tidak memiliki perbedaan, dan pelaksanaannya dianggap sama. Padahal muatan filosofis dari kedua istilah di atas sungguh berbeda, sehingga tujuannya pun berbeda pula. Pertanyaannya, apa bedanya pendidikan olahraga dengan pendidikan jasmani ?

Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik apa ? Paling tidak fokusnya pada keterampilan anak. Hal ini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.

Karena itu, seluruh adegan pembelajaran dalam mempelajari gerak dan olahraga tadi lebih penting dari pada hasilnya. Dengan demikian, bagaimana guru memilih metode, melibatkan anak, berinteraksi dengan murid serta merangsang interaksi murid dengan murid lainnya, harus menjadi pertimbangan utama

Olahraga merupakan bahasa universal yang sangat popular di masyarakat Indonesia, karena dengan berolahraga maka kita telah mengakomodir sisi kehidupan manusia yang hakiki yaitu bergerak. Dengan berolahraga maka pergerakan tubuh kita akan semakin optimal dan nyaman. Dalam dunia pendidikan olahraga juga menjadi sarana yang sangat penting untuk mengakselerasi kemampuan daya tangkap otak karena bergeraknya tubuh akan meningkatkan kemampuan otak menangkap segala bentuk pembelajaran yang diberikan di sekolah.

Oleh karena itu olahraga dan dunia pendidikan menjadi dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan, saling membutuhkan layaknya simbiosis mutualisme. Penerapan olahraga dalam pendidikan menjadi perbincangan para ilmuwan olahraga, karena pada fase inilah beberapa cabang olahraga prestasi dapat mulai melakukan pembibitan dan pembinaan calon atlit-atlit terbaiknya. Karena pada fase sekolah dasar tersebut beberapa serat otot masih dapat di mobilisasi secara optimal.
Olahraga prestasi yang menjadi tanggungjawab KONI dan pengurus cabang olahraga di kota Depok memiliki klub-klub yang sebagian besar pesertanya adalah peserta didik di sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya koordinasi yang konstruktif antara KONI dengan Dinas Pendidikan Kota Depok.
Dalam perjalanannya aspek motorik yang sudah di bibit dan di bina oleh beberapa cabang olahraga mendapatkan respon yang beragam dari institusi pendidikan tempat para atlit/siswa belajar, antara lain:
1. Penghargaan dan kompensasi bagi mereka yang berprestasi dalam dunia olahraga
2. Tuntutan akademik yang terlalu tinggi, sehingga sulitnya atlit/siswa untuk berlatih
3. Sulitnya para atlit/siswa untuk mendapatkan dispensasi untuk mengikuti kompetisi
4. Belum adanya kerjasama yang sinergis antara institusi pendidikan dan olahraga dalam meningkatkan potensi atlit yang potensial
5. Pandangan yang parsial, bahwa olahraga hanya sebagai hoby bukan profesi.
Kalau kita melihat perkembangan olahraga di belahan Negara lain, betapa olahraga menjadi ajang kapitalisasi yang sangat signifikan, sebagai contoh ajang sepakbola, basket, tennis dan cabang olahraga lainnya, telah menjadi profesi yang sangat diminati. Saat ini di dunia olahraga Indonesia juga sudah mulai menghargai atlit-atlit berprestasi dengan maraknya jual beli atlit untuk event-event daerah maupun nasional.
Untuk itu sebagai potensi yang juga signifikan bagi kemajuan olahraga berprestasi di Indonesia dan khususnya Kota Depok, maka antara KONI Kota Depok dengan Dinas Pendidikan Kota Depok harus menyatukan persepsi dan langkah untuk membuat sebuah rumusan, antara lain:
1. Membuat kategori sekolah-sekolah rujukan bagi atlit-atlit yang berprestasi
2. Membuat stratifikasi penghargaan bagi atlit-atlit yang berprestasi
3. Mengatur regulasi dispensasi bagi atlit yang akan bertanding
4. Membuat region-region olahraga unggulan diseluruh sekolah di kota depok
5. Pemassalan olahraga unggulan diseluruh sekolah
6. Membuat kompetisi tingkat sekolah dengan bekerjasama dengan pengcab olahraga
7. Meningkatkan sarana dan prasarana olahraga unggulan di sekolah
8. Membuat berbagai penataran pelatih dan wasit
9. Membuat komunitas pelatih dan wasit olahraga
Komitmen kita untuk membangun manusia seutuhnya yang berkualitas dan berdaya juang hanya bisa dicapai dengan kita mengoptimalkan seluruh potensi peserta didik dengan berbagai macam kegiatan yang mampu meningkatkan kemampuan mereka. Sehingga tidak ada lagi predikat “anak bodoh” dalam dunia pendidikan yang ada hanya belum tersalurkannya potensi yang mereka miliki.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India